Dalam struktur penghitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21, negara tidak memajaki seluruh rupiah yang diterima oleh seorang pegawai. Terdapat sebuah komponen pengurang yang sangat krusial yang disebut Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). PTKP adalah batasan penghasilan tertentu yang tidak dikenakan pajak, yang dimaksudkan untuk melindungi kemampuan ekonomis wajib pajak dalam memenuhi kebutuhan dasar hidupnya dan keluarga.
Bagi Pegawai Tetap, PTKP berfungsi sebagai pengurang Penghasilan Neto untuk mendapatkan Penghasilan Kena Pajak (PKP) pada penghitungan akhir tahun, serta sebagai dasar penentuan kategori tarif dalam skema Tarif Efektif Rata-Rata (TER) bulanan.
Komponen dan Besaran PTKP
Hingga saat ini, besaran PTKP masih mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 101/PMK.010/2016. Besaran ini ditentukan berdasarkan status perkawinan dan jumlah tanggungan wajib pajak pada awal tahun pajak. Berikut adalah rinciannya:
- Wajib Pajak Sendiri: Sebesar Rp54.000.000 per tahun. Ini adalah hak dasar setiap wajib pajak orang pribadi.
- Status Kawin: Tambahan sebesar Rp4.500.000 per tahun bagi wajib pajak yang berstatus kawin.
- Tanggungan: Tambahan sebesar Rp4.500.000 per tahun untuk setiap anggota keluarga sedarah dan semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya. Jumlah tanggungan ini dibatasi maksimal 3 (tiga) orang.
Syarat dan Ketentuan Tanggungan
Tidak semua anggota keluarga bisa menjadi penambah PTKP. Syarat utamanya adalah:
- Hubungan Keluarga: Harus keluarga sedarah (ayah, ibu, anak kandung) atau semenda (mertua, anak tiri) dalam garis keturunan lurus. Saudara kandung atau ipar (garis ke samping) tidak diperbolehkan menjadi tanggungan.
- Tanggungan Sepenuhnya: Artinya anggota keluarga tersebut tidak memiliki penghasilan sendiri dan biaya hidupnya ditanggung sepenuhnya oleh wajib pajak.
Penentuan Status PTKP: Keadaan pada Awal Tahun
Poin krusial dalam penerapan PTKP adalah waktu penentuannya. Status PTKP seorang pegawai ditentukan berdasarkan keadaan pada tanggal 1 Januari tahun pajak yang bersangkutan.
Contoh: Tuan Andi menikah pada tanggal 2 Januari 2024. Maka, untuk penghitungan PPh 21 sepanjang tahun 2024, status Tuan Andi dianggap masih Tidak Kawin (TK/0). Status Kawin (K/0) baru akan berlaku mulai 1 Januari 2025. Hal yang sama berlaku untuk kelahiran anak.
PTKP bagi Karyawati (Wanita Kawin)
Terdapat ketentuan khusus bagi pegawai wanita yang sudah menikah (Karyawati Kawin):
- Prinsip Umum: Bagi karyawati kawin, PTKP yang diberikan hanya untuk dirinya sendiri (TK/0), karena tanggungan suami dan anak dianggap sudah ditanggung oleh PTKP suami di tempat kerjanya.
- Pengecualian: Jika karyawati tersebut dapat menunjukkan keterangan tertulis dari Pemerintah Daerah setempat (serendah-rendahnya kecamatan) yang menyatakan bahwa suaminya tidak menerima atau memperoleh penghasilan, maka ia berhak mendapatkan PTKP status Kawin dan tanggungan (K/...) layaknya kepala keluarga.
Hubungan PTKP dengan Skema TER (Tarif Efektif)
Sejak berlakunya PP Nomor 58 Tahun 2023 dan PMK 168 Tahun 2023, besaran PTKP tidak hanya digunakan sebagai pengurang di akhir tahun, tetapi menjadi kunci untuk menentukan Kategori TER (A, B, atau C) yang digunakan untuk pemotongan pajak bulanan (Januari–November).
- TER A: Untuk PTKP TK/0, TK/1, dan K/0.
- TER B: Untuk PTKP TK/2, TK/3, K/1, dan K/2.
- TER C: Untuk PTKP K/3.
Kesalahan dalam menentukan status PTKP akan menyebabkan kesalahan dalam pemilihan tarif TER, yang berujung pada kurang atau lebih bayar pajak yang signifikan di akhir tahun.
Contoh Kasus
Kasus 1: Pria Menikah, 1 Anak (K/1)
Tuan Budi adalah pegawai tetap. Pada 1 Januari 2024, ia berstatus menikah dan memiliki 1 anak. Istrinya tidak bekerja.
Perhitungan PTKP Setahun:
- Diri Sendiri: Rp54.000.000
- Kawin: Rp4.500.000
- 1 Anak: Rp4.500.000
- Total PTKP: Rp63.000.000
Implikasi: Dalam pemotongan bulanan, Tuan Budi masuk kategori TER B.
Kasus 2: Wanita Menikah, Suami Bekerja (TK/0)
Nyonya Siti adalah pegawai tetap. Ia menikah dan memiliki 3 orang anak. Suaminya juga bekerja sebagai pegawai di perusahaan lain.
Perhitungan PTKP Setahun (di kantor Nyonya Siti):
- Diri Sendiri: Rp54.000.000
- Status Kawin & Anak: Tidak dihitung (dianggap ditanggung suami).
- Total PTKP: Rp54.000.000
Implikasi: Nyonya Siti masuk kategori TER A.
Kesimpulan
PTKP adalah instrumen keadilan dalam PPh 21 yang memastikan bahwa biaya hidup dasar tidak tergerus pajak. Bagi pemberi kerja, memutakhirkan data keluarga karyawan di setiap awal tahun sangat penting untuk memastikan akurasi pemotongan pajak, baik dalam skema bulanan (TER) maupun penghitungan ulang di masa pajak terakhir.
Referensi Peraturan:
- Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan s.t.d.t.d Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 (UU HPP).
- Peraturan Menteri Keuangan Nomor 101/PMK.010/2016 tentang Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak.
- Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023.
- Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168 Tahun 2023.