Dalam hierarki metode transfer pricing, metode Comparable Uncontrolled Price (CUP) sering dianggap sebagai metode yang paling langsung dan andal untuk menentukan apakah harga dalam transaksi afiliasi sudah wajar. Berbeda dengan metode lain yang membandingkan marjin laba (seperti TNMM atau Cost Plus), metode CUP membandingkan harga barang atau jasa itu sendiri.
Di Indonesia, metode ini mendapatkan prioritas khusus dalam regulasi terbaru, terutama untuk transaksi komoditas.
Metode CUP membandingkan harga yang dibebankan atas barang atau jasa yang ditransfer dalam transaksi yang dipengaruhi hubungan istimewa (controlled transaction) dengan harga yang dibebankan atas barang atau jasa yang ditransfer dalam transaksi independen yang sebanding (uncontrolled transaction) dalam kondisi yang sebanding.
Jika dua pihak independen menjual produk yang identik dalam kondisi yang sama (pasar yang sama, volume yang sama, ketentuan pembayaran yang sama), maka harga yang terbentuk seharusnya sama.
Berdasarkan PMK 172 Tahun 2023, metode CUP didefinisikan sebagai metode penentuan harga transfer yang dilakukan dengan membandingkan harga antara transaksi yang dipengaruhi hubungan istimewa yang diuji dan transaksi independen.
Meskipun Indonesia menganut prinsip The Most Appropriate Method (metode paling sesuai), regulasi memberikan "preferensi" atau keutamaan pada metode CUP dalam situasi tertentu.
Metode CUP sangat diutamakan dan dinilai paling sesuai untuk transaksi produk komoditas (seperti minyak sawit mentah/CPO, batubara, timah, dll). Hal ini karena produk komoditas memiliki karakteristik fisik yang standar dan harga pasarnya tersedia secara luas di bursa atau indeks harga (quoted price).
Jika metode CUP dan metode lain (misalnya TNMM) dapat diterapkan dengan tingkat keandalan yang setara, maka metode CUP harus lebih diutamakan daripada metode lainnya. Hal ini sejalan dengan panduan OECD yang menyatakan bahwa CUP adalah cara paling langsung untuk membuktikan arm's length price.
Dalam menerapkan metode CUP, terdapat dua sumber data pembanding yang dapat digunakan:
Membandingkan harga transaksi antara Wajib Pajak dengan pihak afiliasi, melawan harga transaksi antara Wajib Pajak yang sama dengan pihak independen.
Contoh: PT A menjual sepatu ke anak usahanya (PT B) $10. PT A juga menjual sepatu yang sama ke pihak ketiga (PT C) $12.
Membandingkan harga transaksi afiliasi Wajib Pajak, melawan harga transaksi antara dua pihak independen yang tidak ada hubungannya dengan Wajib Pajak.
Contoh: PT A menjual batubara ke induk. Pembandingnya adalah harga pasar di indeks GlobalCoal atau HBA.
Tantangan terbesar metode CUP adalah standar kesebandingannya yang sangat tinggi. Dua transaksi dianggap sebanding jika:
Faktor-faktor sensitif dalam metode CUP:
PT Tekstil Indo menjual kain Cotton-100 ke afiliasi (SingCo) seharga USD 5.00 (CIF) dan ke independen (MalayCorp) USD 4.80 (FOB).
Analisis: Agar sebanding, harga FOB harus disesuaikan ke CIF. Diketahui biaya Freight & Insurance adalah USD 0.50.
Harga Wajar: USD 4.80 + USD 0.50 = USD 5.30
Hasil: Harga aktual (USD 5.00) < Harga Wajar (USD 5.30). Terjadi koreksi positif USD 0.30/meter.
PT Tambang A menjual batubara ke Global Power Ltd seharga USD 80/MT. Harga indeks bursa pada tanggal tersebut adalah USD 85/MT.
Penyesuaian: Karena kualitas batubara PT A lebih rendah (sulfur tinggi), dihitung penyesuaian penalti sebesar USD 2/MT.
Harga Wajar Disesuaikan: USD 85 - USD 2 = USD 83/MT
Hasil: Harga aktual (USD 80) < Harga Wajar (USD 83). Koreksi menjadi USD 83/MT.
Metode CUP adalah metode yang paling disukai otoritas pajak karena sifatnya yang objektif dan langsung menargetkan harga. Namun, metode ini memiliki risiko tinggi jika Wajib Pajak mengabaikan detail perbedaan kondisi transaksi. Kunci keberhasilan penggunaan metode CUP terletak pada dokumentasi yang kuat mengenai penyesuaian (adjustments). Wajib Pajak harus mampu membuktikan secara kuantitatif bahwa setiap perbedaan telah dihitung dan disesuaikan secara akurat untuk mencapai kesebandingan yang andal.
Apakah Perusahaan Saya Wajib Membuat Transfer Pricing Document?