Danantara mengubah fokus dari penyelamatan BUMN ke penciptaan nilai tambah demi mendongkrak ekonomi nasional tahun ini. Pemerintah juga bertindak tegas memberantas impor ilegal dan menangani dampak banjir guna melindungi kesejahteraan jutaan petani lokal. Sinergi kebijakan ini diharapkan mampu menekan angka PHK serta memperkuat daya saing industri dalam negeri di pasar global.
Danantara mengalihkan prioritas dari injeksi modal penyelamatan menuju fase penciptaan nilai tambah pada tahun 2026. Strategi baru ini mencakup hilirisasi industri dan ekspansi bisnis untuk memperkuat fundamental jangka panjang perusahaan pelat merah. Selain itu, pemerintah berencana memangkas jumlah BUMN menjadi sekitar 200 entitas melalui skema penggabungan hingga likuidasi demi efisiensi optimal.
Transformasi internal BUMN ini berjalan beriringan dengan upaya keras pemerintah dalam menjaga kedaulatan sektor pangan nasional dari ancaman eksternal.
Menteri Pertanian menyita 133,5 ton bawang bombai impor ilegal yang masuk ke tanah air tanpa dokumen resmi dan karantina. Praktik penyelundupan ini sangat berbahaya karena berpotensi menyebarkan penyakit tanaman serta merusak harga pasar di tingkat petani lokal. Penegakan hukum yang tegas terhadap oknum pengimpor ilegal menjadi kunci utama dalam melindungi ekosistem pertanian Indonesia yang luas.
Selain ancaman penyelundupan, tantangan besar lain muncul dari fenomena alam yang menguji ketahanan lahan pertanian di wilayah Sumatra.
Banjir besar menerjang Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga merusak 107.324 hektare lahan persawahan produktif. Pemerintah mencatat sekitar 44,6 ribu hektare lahan padi dan jagung mengalami gagal panen akibat bencana hidrometeorologi tersebut. Langkah cepat berupa penyaluran mesin pertanian dan normalisasi lahan segera dilakukan untuk memastikan aktivitas tanam kembali berjalan normal.
Pemulihan sektor hulu ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan sehingga tekanan pada sektor industri pengolahan tidak semakin berat.
Angka pemutusan hubungan kerja di Indonesia melonjak mencapai 88.519 orang sepanjang tahun 2025 akibat tekanan pada industri padat karya. Sektor tekstil dan garmen mengalami kesulitan besar karena kalah bersaing dengan produk impor yang lebih murah dan bervariasi. Namun, kebijakan pembatasan impor barang tekstil dan insentif peremajaan mesin memberikan harapan baru bagi kebangkitan dunia usaha nasional.
Pergeseran strategi Danantara dan penguatan perlindungan pasar domestik memberikan kepastian bagi para investor serta pelaku bisnis untuk tetap berekspansi. Pengamanan sektor pangan dari bencana dan impor ilegal akan menjaga stabilitas daya beli masyarakat yang sangat krusial bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Kesuksesan transformasi ekonomi ini memerlukan konsistensi pemerintah dalam menjalankan kebijakan hilirisasi dan pengawasan perdagangan secara ketat. Para pemangku kepentingan sebaiknya segera mengadopsi teknologi modern guna meningkatkan efisiensi produksi agar produk lokal mampu merajai pasar sendiri secara kompetitif.