Apakah profesi di bidang akuntansi dan perpajakan akan tergantikan dengan AI?
TPC
Selasa, 12 Agustus 2025 | 06:43 WIB
Optimum dengan Google Chrome
Artificial Intelligence (AI) adalah kecerdasan buatan yang dibuat oleh manusia. AI tidak hanya memberikan dampak positif dalam hal efisiensi dan efektivitas pekerjaan, namun juga memberikan dampak terhadap pengurangan jumlah pekerja. Lantas, apakah kita harus takut tergantikan oleh AI?
AI dan otak manusia sangat berbeda. AI memiliki keterbatasan untuk mengerjakan hal-hal yang di program oleh manusia. AI tidak mampu melakukan pekerjaan yang menuntut kemampuan berpikir kritis dan judgement. Sedangkan otak manusia mampu tidak hanya berpikir hal-hal yang bersifat rutin, melainkan dapat berpikir lebih jauh kedepan dan menganalisis hal-hal yang bersifat kompleks.
AI memang dapat menggantikan beberapa pekerjaan di sektor akuntansi dan perpajakan. Sebagai contoh, AI mampu membuat laporan keuangan dan laporan pajak bulanan. Namun demikian, kapasitas AI hanyalah terbatas pada program yang dibuat oleh user. Jika terdapat hal baru dalam proses pembuatan laporan, tentu AI memerlukan input baru yang harus dilakukan oleh manusia. AI tidak dapat mendeteksi atau menganalisis secara otomatis apabila belum di program untuk hal yang baru.
Seperti yang kita ketahui bahwa pekerjaan di sektor akuntansi dan perpajakan tidak hanya bersifat rutin, melainkan juga ada yang bersifat non rutin. Sebagai contoh, identifikasi transaksi baru (akuntansi) dan litigasi pajak. AI sebetulnya juga mampu mengerjakan hal tersebut, namun masih memerlukan “campur tangan” manusia. Hal ini dikarenakan otak manusia lah yang memiliki kapasitas melebihi AI dalam kemampuan berpikir, menganalisis permasalahan hingga penggunaan judgement.
Satu hal yang harus kita ingat adalah kita sebagai manusia yang mengendalikan AI, bukan AI yang mengendalikan kita. Kita tidak boleh terlena dengan segala kemudahan yang ditawarkan oleh AI. Apabila kita terlena, otak kita menjadi menyusut karena tidak dipakai sesuai dengan fungsinya. Hal ini berlaku tidak hanya dalam hal kemampuan berpikir, namun juga dalam proses kita bekerja sehari-hari.
Bekerja tidak hanya datang memenuhi absensi harian, namun juga memperoleh pengetahuan yang baru setiap harinya. Menjaga daya juang untuk terus maju dan berkembang adalah suatu keharusan agar menjadi manusia yang bermanfaat. Jadi, jika kamu selalu mengoptimalkan otakmu untuk terus berpikir, masih perlukah kamu takut dengan AI?