Sejumlah isu penting terkait kebijakan fiskal dan upaya penegakan hukum di Indonesia menjadi sorotan hari ini. Berita-berita ini menyoroti keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif cukai rokok dan menunda pajak seller e-commerce, di tengah fokus pengawasan Bea Cukai dan penagihan tunggakan pajak. Kebijakan ini mencerminkan langkah hati-hati pemerintah dalam menyeimbangkan dukungan terhadap sektor riil dan upaya mengamankan penerimaan negara.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjukkan upaya ganda dalam kebijakan fiskal, yaitu penegakan hukum intensif dan kebijakan yang pro-stabilitas. Dalam upaya penegakan hukum, Kemenkeu baru menerima Rp5 triliun dari total Rp60 triliun tunggakan pajak dari penunggak pajak jumbo, mengindikasikan tantangan besar yang masih harus dihadapi dalam mengumpulkan utang pajak yang signifikan. Sejalan dengan kebutuhan menaikkan target APBN 2026, Bea Cukai juga memperketat pengawasan dengan berencana memeriksa jalur hijau untuk mencegah penyelundupan.
Upaya penertiban Bea Cukai ini makin mendesak setelah mereka mengungkap modus baru penjualan rokok ilegal yang memanfaatkan marketplace (pasar daring), yang dapat merugikan penerimaan negara. Menanggapi tantangan pasar gelap tersebut dan demi menjaga keberlangsungan industri padat karya, Menteri Keuangan Purbaya memutuskan tarif cukai rokok untuk tahun 2026 tidak naik. Keputusan ini bertujuan menstabilkan industri hasil tembakau dan menghindari lonjakan peredaran rokok ilegal.
Di sisi lain, pemerintah juga menunjukkan kehati-hatian dalam kebijakan yang memengaruhi daya beli masyarakat dan UMKM. Pemerintah menunda rencana pengenaan pajak kepada seller di e-commerce (seperti Shopee dan lainnya). Penundaan ini dilakukan sambil menunggu daya beli masyarakat membaik, menunjukkan upaya pemerintah untuk melindungi konsumsi domestik dari potensi tekanan fiskal baru.
Rangkaian kebijakan yang muncul belakangan ini menggambarkan arah fiskal yang hati-hati namun tetap tegas. Keputusan untuk tidak menaikkan cukai serta menunda penerapan pajak e-commerce mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung UMKM dan menjaga stabilitas sektor riil. Di sisi lain, pemerintah masih menghadapi tantangan besar berupa potensi kehilangan penerimaan akibat peredaran rokok ilegal dan besarnya tunggakan pajak. Untuk itu, pengetatan pengawasan oleh Bea Cukai menjadi langkah strategis guna melindungi penerimaan negara.
Kebijakan fiskal pemerintah saat ini memprioritaskan stabilitas sektor usaha melalui insentif pajak yang tepat sasaran. Di saat yang sama, pemerintah meningkatkan upaya penegakan hukum dan pengawasan untuk mengamankan penerimaan negara, terutama dari rokok ilegal dan penunggak pajak. Keberhasilan dalam menyeimbangkan antara dukungan terhadap UMKM dan efektivitas penagihan pajak akan menjadi kunci untuk mencapai target APBN di tengah risiko ekonomi global.