• 16 Oktober 2026 - Sistem Baru PPN Digital Incar Rp1 Triliun dan Berburu Pajak Kripto 23 Juta Akun: Cara Pemerintah Indonesia Bidik Transaksi Luar Negeri! (Berita) • 16 Oktober 2026 - Pemerintah Rem Pencairan Restitusi dan Obral Pajak Nol Persen Konsolidasi BUMN: Langkah Tetap Jaga Defisit APBN 2026! (Berita) • 16 Oktober 2026 - Wajib Pajak Menang Total: Koreksi 100% Biaya Jasa Afiliasi Dibatalkan Karena Bukti Arm's Length Principle Kuat (Putusan) • 15 Oktober 2026 - Nasib Pajak Masukan Genset vs. Pupuk: Studi Kasus Pengkreditan PPN di Masa Pra-Operasi Sektor Sawit (Putusan) • 15 Oktober 2026 - Kalah di Pengadilan Pajak: Benarkah PPN Input Kebun Sawit Terpadu Tidak Boleh Dikreditkan Hanya Karena Menghasilkan TBS? (Putusan) • 15 Oktober 2026 - Duel Bukti: Mengapa Koreksi PPN Senilai Miliaran Rupiah PT GCPI Hanya Dikabulkan Sebagian oleh Pengadilan Pajak (Putusan) • 15 Oktober 2026 - PPN Royalti yang Di-Nihil-kan DJP Tetap Dikabulkan Majelis: Strategi WP Menang Sengketa Ekualisasi PPN dan PPh Badan (Putusan) • 15 Oktober 2026 - Koreksi Biaya Bunga Batal, Apakah Rugi Kurs Ikut Batal? Membedah Sengketa Selisih Kurs Akibat Transaksi Supplier Financing (Putusan) • 15 Oktober 2026 - Banding Ditolak Karena Terlambat Satu Hari: Pelajaran Pahit Kepatuhan Formal dalam Sengketa PPN PT YI (Putusan) • 15 Oktober 2026 - Wajib Pajak Menang Mutlak! Pengadilan Pajak Batalkan Koreksi PPN Hampir Rp10 Miliar, Tegaskan Status Kawasan Berikat Lebih Kuat dari Aturan Distribusi Barang! (Putusan)
Indonesia Inggris Member Area

Gagal Buktikan Arus Barang dan Arus Uang: Mengapa PPN Masukan Wajib Pajak Ditolak Majelis Hakim?

Putusan Banding Pengadilan Pajak | PPN | Menolak Banding/ Gugatan

PUT-007002.16/2024/PP/M.XVIIIB Tahun 2025

Taxindo Prime Consulting
Senin, 14 September 2026 | 09:12 WIB
00:00
Optimum dengan Google Chrome
Gagal Buktikan Arus Barang dan Arus Uang: Mengapa PPN Masukan Wajib Pajak Ditolak Majelis Hakim?

Putusan Pengadilan Pajak Nomor PUT-007002.16/2024/PP/M.XVIIIB Tahun 2025 menjadi penegasan penting atas ketentuan pengkreditan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Masukan, khususnya dalam konteks transaksi yang terindikasi Tidak Berdasarkan Transaksi Sebenarnya (TBTS). Dalam kasus Banding yang diajukan oleh PT SAR, pokok sengketa berpusat pada koreksi positif PPN Masukan yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Pajak (DJP), yang berakibat pada penetapan PPN Nihil pada Masa Pajak April 2021. Persoalan ini bukan hanya menyangkut pemenuhan syarat formal faktur pajak, tetapi justru menekankan pada pemenuhan substansi material transaksi sesuai amanat Pasal 9 ayat (8) Undang-Undang PPN.

Inti konflik dalam persidangan mencerminkan pertarungan beban pembuktian antara Wajib Pajak dan DJP. DJP melakukan koreksi dengan argumen bahwa faktur pajak yang digunakan Wajib Pajak berasal dari PKP Penjual yang bermasalah atau tidak didukung bukti transaksi yang memadai (arus barang dan arus uang). Di sisi lain, Wajib Pajak bersikukuh bahwa transaksi terjadi dan faktur pajak telah sah secara formal. Wajib Pajak berpendapat bahwa tanggung jawab atas status PKP Penjual tidak seharusnya dibebankan kepada Pembeli yang beritikad baik.

Resolusi atas konflik ini diputuskan oleh Majelis Hakim yang secara konsisten berpegangan pada prinsip substansi mendahului formalitas. Majelis Hakim menilai bahwa ketika DJP telah menunjukkan adanya indikasi kuat kecacatan pada PPN Masukan—seperti ketiadaan laporan PPN Keluaran oleh PKP Penjual atau status PKP Penjual yang telah dicabut—maka beban pembuktian untuk membantah temuan tersebut beralih secara penuh kepada Wajib Pajak. Pemohon Banding, dalam hal ini, dianggap gagal menyajikan bukti-bukti material yang sempurna, seperti kontrak pembelian yang detail, dokumen penerimaan barang yang jelas, dan yang paling krusial, bukti pembayaran melalui sarana perbankan yang meyakinkan.

Analisis dan dampak putusan ini memberikan implikasi strategis yang sangat signifikan bagi seluruh Wajib Pajak. Putusan ini menjadi peringatan bahwa Wajib Pajak Pembeli tidak bisa lagi hanya mengandalkan aspek formal Faktur Pajak, melainkan harus memiliki audit trail yang sangat kuat untuk membuktikan eksistensi dan keabsahan transaksi. Tanpa dokumentasi yang menunjukkan arus barang dan arus uang yang sempurna, klaim pengkreditan PPN Masukan akan rentan ditolak di tingkat litigasi, sejalan dengan praktik judisial terkini di Pengadilan Pajak.

Kesimpulan yang dapat ditarik adalah Wajib Pajak harus memperkuat manajemen risiko perpajakan dengan menerapkan kebijakan Know Your Vendor (KYV) yang ketat dan memastikan seluruh transaksi yang mendasari PPN Masukan didukung oleh bukti material yang self-proving dan tak terbantahkan.

Analisa Komprehensif dan Putusan Pengadilan Pajak atas Sengketa Ini Tersedia di sini


16 Oktober 2026 • Taxindo Prime Consulting

Putusan Banding Pengadilan Pajak | PPh Tahunan Badan | Mengabulkan Seluruhnya

PUT-001999.15/2020/PP/M.IIIA Tahun 2022

15 Oktober 2026 • Taxindo Prime Consulting

Putusan Banding Pengadilan Pajak | PPN | Mengabulkan Sebagian

PUT-001709.16/2018/PP/M.VIIIA Tahun 2019

15 Oktober 2026 • Taxindo Prime Consulting

Putusan Banding Pengadilan Pajak | PPN | Menolak Banding/ Gugatan

PUT-001102.16/2018/PP/M.XVA Tahun 2019

15 Oktober 2026 • Taxindo Prime Consulting

Putusan Banding Pengadilan Pajak | PPN | Mengabulkan Sebagian

PUT-000831.162020PPM.XIA Tahun 2024

15 Oktober 2026 • Taxindo Prime Consulting

Putusan Banding Pengadilan Pajak | PPN | Mengabulkan Seluruhnya

PUT-000829.16/2020/PP.MXIA Tahun 2024

15 Oktober 2026 • Taxindo Prime Consulting

Putusan Banding Pengadilan Pajak | PPh Tahunan Badan | Mengabulkan Sebagian

PUT-000819.152020PPM.XIA Tahun 2024

15 Oktober 2026 • Taxindo Prime Consulting

Putusan Banding Pengadilan Pajak | KUP | Tidak Dapat Diterima

PUT-000299.16/2019/PP/HT.II Tahun 2019

15 Oktober 2026 • Taxindo Prime Consulting

Putusan Banding Pengadilan Pajak | PPN | Mengabulkan Seluruhnya

PUT-000085.16/2019/PP/M.IIIA Tahun 2025

15 Oktober 2026 • Taxindo Prime Consulting

Putusan Banding Pengadilan Pajak | PPN | Mengabulkan Seluruhnya

PUT-000083.16/2018/PP/M.XVA Tahun 2019

15 Oktober 2026 • Taxindo Prime Consulting

Putusan Banding Pengadilan Pajak | PPN | Mengabulkan Sebagian

PUT-000024.16/2023/PP/M.IB Tahun 2025

Siapa Kami
Taxindo Prime Consulting (TPC) hadir sebagai mitra strategis terpercaya yang bergerak secara komprehensif di bidang konsultasi perpajakan, akuntansi, pengembangan bisnis, dan hukum bisnis. Dengan komitmen terhadap integritas dan profesionalisme, TPC berdedikasi untuk memberikan lebih dari sekadar jasa konsultasi; kami menyediakan edukasi, saran taktis, serta solusi konkret. Seluruh layanan kami dirancang untuk membedah dan menyelesaikan permasalahan perpajakan maupun bisnis klien secara objektif, mendalam, dan sepenuhnya independen demi menjaga kepatuhan dan keberlanjutan usaha.
KANTOR
Mega Plaza Building 12th Floor
Jl. H.R. Rasuna Said Kav C-3 Jakarta 12940

Phone :
+62 21 521 2686
+62 817 001 3303

Email :
info@taxindo.co.id
Copyright © 2026 Taxindo Prime Consulting

Seluruh konten di website ini hanya disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi umum. Informasi ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat atau konsultasi perpajakan profesional yang spesifik untuk situasi Anda. Kami sangat menganjurkan Anda untuk menghubungi tim konsultan kami secara langsung guna mendapatkan panduan dan nasihat yang tepat.

Taxindo Prime Consulting
Kalkulator Pajak dan Transfer Pricing
Kalender Pajak
×
Newsletter