Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kecenderungan menguat dan diperkirakan akan menguji level resistansi 6.450. Optimisme di pasar modal didukung oleh perkembangan positif dalam upaya mencapai swasembada pangan serta penguatan teknikal yang terjadi di pasar keuangan.
Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia juga berlangsung dinamis seiring dengan meningkatnya kepercayaan investor domestik maupun asing. Kondisi tersebut tercermin dari tingginya volume transaksi harian di pasar saham.
Bank Indonesia mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal II 2026 meningkat menjadi 453,4 miliar dolar AS. Kenaikan tersebut terutama berasal dari penarikan pinjaman dan penerbitan obligasi oleh sektor publik maupun swasta.
Meskipun mengalami peningkatan, struktur ULN Indonesia masih dinilai sehat dan terkendali karena sebagian besar merupakan utang berjangka panjang. Pembiayaan tersebut diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi serta pengembangan sektor-sektor produktif di dalam negeri.
Pemerintah berencana melakukan restrukturisasi terhadap ratusan anak dan cucu perusahaan BUMN yang dinilai mengalami kerugian atau tidak lagi memberikan kontribusi optimal. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dengan mengurangi beban operasional yang tidak diperlukan.
Sementara itu, BUMN yang memiliki kinerja sehat diharapkan dapat meningkatkan profitabilitas dan memberikan kontribusi yang lebih besar kepada negara. Pemerintah menargetkan penerimaan dividen BUMN mencapai Rp200 triliun untuk tahun buku 2026.
Pemerintah bersama DPR tengah mempersiapkan langkah penanganan serta realokasi anggaran untuk mempercepat proses pemulihan pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dana darurat akan diarahkan untuk mendukung perbaikan infrastruktur publik serta pemulihan permukiman masyarakat yang terdampak.
Kebijakan tersebut bertujuan memastikan bantuan kemanusiaan dan pelayanan dasar dapat segera diberikan kepada masyarakat. Selain pembangunan kembali infrastruktur, perhatian juga diarahkan pada pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat serta pemenuhan kebutuhan kesehatan bagi warga terdampak.
Rangkaian perkembangan tersebut memberikan pengaruh yang beragam terhadap perekonomian nasional. Penguatan IHSG dan tingginya aktivitas perdagangan saham mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku pasar serta mendukung pergerakan likuiditas di pasar keuangan. Di sisi lain, peningkatan ULN memberikan tambahan ruang pembiayaan bagi pemerintah dan sektor swasta untuk mendukung kegiatan produktif, meskipun tetap perlu dikelola secara prudent agar keberlanjutan fiskal dan stabilitas eksternal tetap terjaga. Restrukturisasi dan penutupan entitas BUMN yang tidak produktif juga berpotensi meningkatkan efisiensi korporasi negara dengan mengalihkan sumber daya menuju unit usaha yang lebih sehat dan menghasilkan. Pada saat yang sama, kebutuhan pembiayaan untuk penanganan gempa di NTT menuntut adanya fleksibilitas dalam pengelolaan anggaran pemerintah agar proses pemulihan dapat berlangsung secara cepat tanpa mengabaikan prioritas pembangunan lainnya. Secara keseluruhan, perkembangan tersebut menunjukkan adanya proses konsolidasi dan efisiensi ekonomi yang dapat mendukung pertumbuhan, meskipun pemerintah tetap perlu mengantisipasi tekanan anggaran yang muncul akibat kebutuhan penanganan bencana.